Masa bayi berlangsung dalam 2 tahun pertama setelah periode pascanatal. Masa bayi adalah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi terbentuk. Selama 2 tahun pertama, perkembangan fisik dan psikologis bayi berlangsung sangat pesat, pada saat lahir bayi memiliki kepala yang sangat besar dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Pada tahun kedua setelah kelahirannya, pertumbuhan fisiknya mulai melambat.
A. Perkembangan Tinggi dan Berat Badan
Pada saat dilahirkan, panjang rata-rata bayi adalah 20 inci atau 50 cm dengan berat 3,4 kg. Setelah bayi dapat menyesuaikan diri dengan kegiatan makan melalui cara menghisap, menelan dan mencerna, fisiknya tumbuh dengan cepat. Pada usia 2 tahun, berat bayi mencapai 13-16 kg dengan tinggi 32-35 inci.
B. Perkembangan Refleks
Refleks adalah gerakan-gerakan bayi yang bersifat otomatis dan tidak terkoordinir sebagai reaksi terhadap rangsangan tertentu serta memberi bayi respons penyesuaian diri terhadap lingkungannya atau bisa pula disebut sebagai gerakan spontan. Berdasarkan fungsinya, gerak refleks di bagi menjadi 2 :
1. Refleks Survival
Refleks yang secara nyata berguna untuk memenuhi kebutuhan fisik bayi.
2. Refleks Primitif
Refleks yang tidak secara nyata berguna untuk memenuhi kebutuhan fisik bayi.
Gerakan refleks yang muncul pada masa bayi diantaranya adalah :
1. Refleks Menghisap dan Mencari
Refleks mencari terlihat ketika pipi bayi disentuh dan diusap dengan lembut, maka ia langsung merespons dengan memalingkan kepalanya ke arah pipi yang disentuh. Tingkah laku inilah yang disebut dengan refleks mencari. Di samping refleks mencari, bayi yang baru lahir pun memperlihatkan refleks menghisap. Bayi yang baru lahir secara otomatis akan menghisap benda yang ditempatkan di mulutnya. Refleks mencari dan menghisap akan hilang setelah bayi berusia kira-kira 3-4 bulan. Kemudian pada usia 1 tahun refleks menghisap menyatu dan diperluas dengan aktivitas makan yang disengaja. Bayi mulai menggunakan mulutnya sebagai suatu cara utama untuk mempelajari objek baru.
2. Refleks Moro
Refleks moro adalah suatu respons tiba-tiba dari bayi yang baru lahir sebagai akibat adanya suara atau gerakan yang mengejutkannya. Refleks ini pun sebagai suatu usaha untuk mempertahankan hidup. Bayi yang sehat akan menunjukkan respons tersebut apabila ia terkejut. Namun, respons ini akan banyak menghilang ketika bayi mendekati usia 6 bulan.
3. Refleks Menggenggam
Refleks ini terjadi ketika sesuatu menyentuh telapak tangan bayi dan bayi akan merespons dengan cara menggenggam dengan kuat. Pada bulan ketiga, refleks menggenggam mulai berkurang dan bayi memperlihatkan suatu genggaman yang lebih spontan, yang sering dihasilkan oleh rangsangan visual. Misalnya, ketika seorang bayi melihat suatu gerakan yang berputar di atas tempat tidurnya, ia akan berusaha meraihnya dan mencoba menggenggamnya.
Beberapa refleks yang muncul pada bayi yang baru lahir akan tetap ada sepanjang hidupnya. Tetapi, ada beberapa refleks lain yang menghilang beberapa bulan setelah kelahirannya, ketika fungsi otak semakin matang dan terkendali atas beragam perilaku yang mulai berkembang. Sehingga beberapa gerak refleks pun pada akhirnya akan bergabung dengan beberapa tindakan yang lebih kompleks dan spontan.
C. Tingkah Laku dan Keadaan Bayi
Perkembangan refleks dan fungsi motorik pada bayi kemudian memunculkan serangkaian tingkah laku yang lebih kompleks. Dengan tingkah laku yang kompleks tersebut telah memungkinkan bayi sebagai makhluk biologis dapat bertahan hidup. Tingkah laku tersebut meliputi :
1. Pola Tidur dan Bangun
Selama tahun pertama masa bayi, lama rata-rata tidur malam meningkat dari 8 ½ jam pada tiga minggu pertama hingga 10 jam pada 12 minggu pertama dan selanjutnya tetap konstan selama sisa tahun tersebut. Selama tiga bulan pertama, penurunan jumlah waktu tidur siang diimbangi oleh peningkatan jumlah waktu tidur malam. Sepanjang tahun pertama, siklus bangun-tidur selama kira-kira 1 jam terjadi baik pada waktu tidur siang maupun malam, dengan tidur lelap hanya kira-kira 23 menit.
2. Pola Makan dan Minum
Sejak kelahiran hingga usia 4 atau 5 bulan semua pola makan adalah dalam bentuk menghisap dan menelan. Oleh karena itu, makanan haruslah dalam bentuk cair. Mengunyah umumnya barulah muncul dalam pola perkembangan sebulan sesudah menggigit. Akan tetapi, seperti halnya menggigit, mengunyah adalah dengan cara yang khas bayi dan memerlukan banyak latihan. Sedangkan bagi bayi yang berusia 4-6 bulan pertama, ASI atau susu formula merupakan sumber makanan dan energi yang utama. Namun ASI jauh lebih baik dari susu formula, karena memberi ASI berarti memberi susu yang bersih dan dapat dicerna serta menolong mengimunisasi bayi yang baru lahir dari penyakit. Setelah 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat seperti gandum, beras atau buah yang disaring.
3. Pola Buang Air
Buang air yang terkendali merupakan suatu keterampilan fisik dan motorik yang harus dicapai oleh bayi. Pengendalian buang air besar rata-rata mulai pada usia 6 bulan sedangkan pengendalian buang air kecil mulai antara usia 15-16 bulan.
D. Perkembangan Keterampilan Motorik
Keterampilan motorik adalah gerakan-gerakan tubuh atau bagian-bagian tubuh yang disengaja, otomatis, cepat dan akurat. Gerakan-gerakan ini merupakan rangkaian koordinasi dari beratus-ratus otot yang rumit. Menurut ukuran otot dan bagian badan yang terkait, keterampilan motorik terbagi 2 yakni :
1. Keterampilan Motorik Kasar
Keterampilan motorik kasar, meliputi keterampilan otot-otot besar lengan, kaki dan batang tubuh, seperti berjalan dan melompat. Berikut, beberapa perkembangan keterampilan motorik kasar yakni :
a. Pada usia kira-kira 4 minggu, umumnya bayi dapat mengangkat kepalanya dari posisi tengkurap.
b. Pada usia 3-4 bulan, bayi dapat berguling.
c. Pada usia 4-5 bulan, bayi dapat menopang sebagian berat badan dengan kakinya.
d. Pada usia 6 bulan, bayi dapat duduk tanpa bantuan.
e. Pada usia 7 bulan, bayi dapat merangkak dan berdiri tanpa bantuan.
f. Pada usia 8 bulan, bayi dapat menyangga tubuh hingga pada posisi berdiri.
g. Pada usia 10-11 bulan, bayi dapat berjalan dengan bantuan.
h. Pada usia 12-13 bulan, bayi dapat berjalan tanpa bantuan.
i. Pada usia 13-18 bulan, bayi dapat naik turun tangga tanpa bantuan.
j. Pada usia 18-24 bulan, bayi dapat berlari dan berjalan mundur.
2. Keterampilan Motorik Halus
Katerampilan motorik halus, meliputi otot-otot kecil yang ada diseluruh tubuh, seperti menyentuh dan memegang. Keterampilan-keterampilan sederhana, seperti menjangkau dan menggenggam ini muncul pada usia 4 atau 5 bulan dan selama 2 tahun pertama kehidupannya, keterampilan tersebut semakin baik. Misalnya, pada mulanya bayi hanya memperlihatkan gerakan yang sederhana pada bahu dan siku, tetapi kemudian memperlihatkan gerakan pada pergelangan tangan, memutar tangan dan melakukan koordinasi antara ibu jari dan jari telunjuk.
E. Perkembangan Sensor
Sistem sensorik atau indra adalah alat-alat yang berfungsi untuk menangkap informasi. Indra berfungsi mendeteksi, mentransduksi dan meneruskan semua informasi yang datang padanya. Setiap indra mempunyai satu unsur deteksi yang disebut sebagai reseptor (penerima) yaitu satu sel yang khusus memberikan respons terhadap jenis rangsangan tertentu saja. Pengindraan yang disertai dengan pemberian makna disebut persepsi.
1.Indra Pengecapan
Bayi yang baru lahir pun memiliki kepekaan terhadap rasa. Hal ini terbukti dengan jelas bahwa bayi lenih menyukai rasa manis, sehingga ia akan memberikan suatu ekspresi seperti senyum. Sebaliknya, ia akan mengerutkan lidahnya setelah diberi suatu larutan asam. Berdasarkan riset terbaru menyatakan bahwa bayi yang baru lahir dapat membedakan semua rasa seperti manis, asam, asin dan pahit.
2.Indra Penciuman
Bayi yang baru lahir pun telah memiliki reaksi terhadap berbagai bau, baik bau harum maupun busuk. Bayi yang baru lahir pun dapat mengenali bau payudara ibunya. Bahkan dalam suatu penelitian menyatakan bahwa bayi yang minum ASI memperlihatkan suatu keinginan yang jelas atas bau kain pelapis payudara ibunya ketika mereka berusia 6 hari. Tetapi ketika mereka berusia 2 hari, mereka tidak memperlihatkan keinginan ini. Hal ini menunjukkan bahwa bayi memerlukan waktu untuk menyadari bau tersebut.
3.Indra Pendengaran
Setelah kelahirannya, bayi telah dapat mendengar sekalipun tidak sebaik pendengaran orang dewasa. Namun pendengaran bayi ini akan berkembang, sehingga ia akan memperlihatkan kemampuan melokalisasi sumber suara dan membedakan keras atau lunaknya serta durasi suara melalui respons yang berbeda. Setelah 3 hari kelahirannya, bayi telah dapat membedakan antara suara yang baru didengarnya dengan suara yang telah didengar sebelumnya. Bayi yang baru lahir pun terlihat dapat merespons secara selektif terhadap ucapan orang dewasa. Respons selektif ini memiliki arti penting bagi kelangsungan hidupnya, sebab ia menjadi bagian yang vital dalam perkembangan hubungan kasih sayang antara orang tua dan anak. Sebagian besar bayi akan memutar kepalanya sekitar 90ยบ ke arah sumber datangnya suara. Bayi pun mampu memperlihatkan respons yang berbeda terhadap suara yang didengarnya dan ia pun lebih sensitif terhadap suara manusia yang normal.
4.Indra Penglihatan
Secara psikologis dan anatomis, bayi yang baru lahir telah memiliki kesiapan untuk merespons secara diferensial berbagai aspek penglihatannya. Meskipun telah memiliki kemampuan merespons lingkungan visual, namun sampai sekarang hanya sedikit orang yang memahami seberapabanyak bayi yang benar-benar dapat melihat. Menurut studi awal yang dilakukan oleh Fantz, menyatakan bahwa bayi yang baru lahir telah mampu membuat diskriminasi visual secara baik dan mampu merespons secara selektif berbagai stimulus visual, misalnya bayi lebih senang melihat pola atau bentuk daripada warna atau kecerahan. Namun ketajaman visualnya yaitu kemampuan untuk mendeteksi bagian-bagian secara terpisah dari target penglihatan, belum berkembang secara utuh. Dengan menggunakan bagan Snellen, ketajaman visual bayi yang berusia di bawah 1 bulan berkisar antara 20/200 hingga 20/600. Hal ini berarti bahwa ketajaman penglihatan bayi berkisar antara 10-30 kali lebih rendah daripada penglihatan orang dewasa yang normal (20/20). Namun sejak usia 6 bulan hingga 1 tahun, ketajaman visual bayi tampak mendekati penglihatan orang dewasa yang normal bahkan lebih baik yakni menjadi 20/100.
F.Perkembangan Otak
Pada waktu bayi masih berada di dalam kandungan, badannya telah membentuk sekitar 1,5 milyar sel-sel saraf per menit. Jadi, pada saat dilahirkan kemungkinan bayi telah memiliki semua sel-sel otak yang akan dimiliki sepanjang hidupnya. Akan tetapi sel-sel otak tersebut belum matang dan jaringan urat saraf masih lemah. Oleh sebab itu, setelah lahir hingga usia 2 tahun sel-sel otak yang belum matang dan jaringan urat saraf yang masih lemah itu terus tumbuh dengan cepat dan dramatis mencapai kematangan, seiring dengan pertumbuhan fisiknya. Pada saat lahir, berat otak bayi ⅛ dari berat totalnya atau sekitar 25% dari berat otak orang dewasa.
Posted in
Psikologi Perkembangan Bayi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar